Latar Belakang masuk IPB 

Institut Pertanian Bogor, tempat saya berjuang menimba ilmu kini seperti menjadi rumah ke sekian kalinya. Begitu pula yang saya rasakan setelah masuk ke salah satu Departemen di Fakultas Pertanian, yaitu Departemen Agronomi dan Hortikultura. Sebenarnya, alasan saya kuliah di IPB adalah “daripada ngga kuliah dan nganggur setaon”. Seiring berjalannya waktu, saya menjadi sedikit minder karena teman-teman saya disini adalah orang-orang yang hebat dan peduli dengan nasib pertanian Indonesia. Melihat kegigihan mereka dalam menimba ilmu, saya pun menjadi berambisi untuk dapat melebihi mereka dengan langkah awal belajar di departemen saya ini.

Berdasarkan pengetahuan yang saya dapat sewaktu SD, Indonesia merupakan negara Agraris. Statement tersebut menjadi sangat bertolak belakang dengan kenyataan bahwa Indonesia masih saja mengimpor beras dan ketan untuk menutupi kebutuhan pangan. Tidak hanya panganan pokok, panganan yang mungkin saja khas dari Indonesia yaitu tempe, kedelainya saja masih impor. Jadi apa yang bisa kita banggakan dari julukan tersebut. Melihat daripada itu, saya menjadi termotivasi untuk mengembangkan dan melakukan pemuliaan tanaman untuk kedelai. Saya berharap dapat meningkatkan produksi kedelai dengan membuat hibridisasi tanaman kedelai sehingga di masa depan nanti, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahkan bisa mengekspor kedelai ke luar negeri.

Selain itu, Indonesia juga adalah salah satu negara yang kaya akan hasil hutannya dengan diberkahi dengan luas hutan yang tidak kalah menyaingi hutan amazon. Dengan produktivitas tanahnya yang baik ditambah dengan kondisi geografis Indonesia pada daerah tropik beserta faktor-faktor lainnya, hal ini sangat cocok untuk membudidayakan tanaman kayu. Dengan basic dari ayah saya yang pernah bekerja dengan orang Jepang dibidang perkayuan, saya berniat untuk membantu cita-cita ayah saya bercocok tanam tanaman kayu produksi. Melihat prospek bisnis yang baik pada bidang ini, saya berencana membantu ayah saya membudidayakan kayu Cendana(Santalum album), Meranti(Dipterocarpaceae), Jati(Tectona grandis), Agatis(Agathis loranthifolia), Ramin (Gonystillus Bancanus), dan Jabon(Anthocephalus cadamba). Mengapa saya tidak masuk ke fakultas kehutanan? Mungkin itu salah satu pertanyaan yang tersirat dibenak anda dan kadang saya sendiri. Saya rasa dengan mempelajari basic dari pertanian itu sendiri secara mendalam, saya dapat menerapkannya ke berbagai bidang pertanian. Seperti kata Bapak Andi Hakim Nasution(alm.), yaitu apabila dasarnya sudah kuat, semua bidang dapat dengan mudah dipelajari. Begitu kira-kira kata beliau dalam buku Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian.

END